BITUNG – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan terbatas, sebanyak 30 kaum perempuan di Kelurahan Bitung Barat Dua mengikuti sosialisasi pembentukan Kelompok Wanita Tani.
Kegiatan ini menandai lahirnya dua kelompok baru, yakni KWT Berkarya dan KWT Maju Bersama, yang diproyeksikan menjadi motor penggerak pertanian perkotaan (urban farming) di wilayah Kecamatan Maesa.
Dorong Kemandirian Pangan dari Rumah
Hadir dalam kegiatan tersebut, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Maesa, Tarigan Teguh Antonio L, STP, memberikan apresiasi atas antusiasme para ibu rumah tangga yang ingin terjun ke dunia pertanian.
“Pembentukan kelompok ini bukan sekadar formalitas. Kami berharap KWT Berkarya dan KWT Maju Bersama dapat berperan aktif dalam mengelola pertanian pekarangan rumah. Dengan menanam kebutuhan pokok sendiri, ketahanan pangan tingkat rumah tangga akan terjaga,” ujar Tarigan.
Pendampingan Intensif dari Penyuluh
Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Pertanian Kelurahan Bitung Barat Dua, Jensen Ronaldo Lomban, STP, menekankan pentingnya sinergi antar anggota kelompok. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis agar lahan pekarangan yang selama ini tidur dapat menjadi produktif.
“Target kita adalah mengubah area sekitar rumah menjadi sumber gizi dan ekonomi. Kami akan terus mendampingi, mulai dari penyemaian bibit hingga teknik perawatan, agar hasil yang didapat maksimal meskipun di lahan yang sempit,” jelas Jensen.
Poin Utama Sosialisasi:
Pembentukan Wadah: Resminya pembentukan KWT Berkarya dan KWT Maju Bersama.
Target Peserta: 30 wanita tani yang berasal dari lingkungan Kelurahan Bitung Barat Dua.
Fokus Program: Pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan, sayuran, dan obat keluarga.
Harapan ke Depan: Mengurangi pengeluaran belanja harian sekaligus menciptakan lingkungan yang hijau dan produktif.
Dengan terbentuknya dua kelompok ini, diharapkan warga Kelurahan Bitung Barat Dua dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Bitung dalam menginisiasi gerakan pertanian keluarga yang mandiri.
(Marnix Salindeho)







