Bitung, BrilyantNews.com – Muzakir Boven atau yang akrab disapa Polo angkat bicara terkait kondisi warung kopi (warkop) yang selama ini menjadi tempat berkumpul para aktivis, pegiat LSM, insan pers, hingga pemerhati politik di Kota Bitung.
Menurut Polo, kondisi lokasi yang digunakan saat ini sangat memprihatinkan. Selain memiliki area yang sempit, fasilitas pendukung juga dinilai masih sangat terbatas sehingga kurang nyaman untuk dijadikan tempat berdiskusi, bertukar gagasan, maupun membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
“Warkop bukan sekadar tempat minum kopi. Di sinilah banyak ide, kritik, masukan, dan gagasan untuk kemajuan daerah lahir. Namun sangat disayangkan fasilitas yang tersedia masih jauh dari memadai,” ujar Polo.
Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap ruang-ruang publik yang sering dimanfaatkan oleh para aktivis, wartawan, dan pegiat sosial untuk berdiskusi serta menyampaikan aspirasi masyarakat.
Polo berharap pemerintah daerah dapat lebih peduli dengan menyediakan fasilitas yang layak bagi komunitas diskusi publik. Menurutnya, keberadaan tempat yang nyaman dan representatif akan mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah.
“Jangan hanya membangun infrastruktur fisik. Ruang diskusi bagi anak-anak muda, aktivis, LSM, wartawan, dan pemerhati politik juga perlu mendapat perhatian. Dari tempat-tempat seperti inilah sering lahir kritik dan solusi untuk kemajuan Kota Bitung,” tegasnya.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat menghadirkan ruang publik yang lebih baik, sehingga aktivitas diskusi, edukasi politik, dan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan nyaman dan produktif.
Umang







