Kerinci Brilyant.News.com- Merespons gelombang keluhan nasabah terkait gangguan layanan digital dan keamanan saldo rekening, DPRD Kabupaten Kerinci menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama jajaran pimpinan Bank Jambi Cabang Kerinci. Pertemuan krusial ini berlangsung di Lantai II Gedung DPRD, Bukit Tengah, Kamis (26/2).
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kerinci, Irwandri, didampingi Wakil Ketua Boy Edwar dan Surmila Apri Yulisa. Para legislator mencecar pihak bank mengenai penyebab lumpuhnya layanan M-Banking dan ATM yang telah memicu kecemasan publik dalam beberapa hari terakhir.
“Kami hadir sebagai penyambung lidah masyarakat. Meski DPRD tidak mencampuri operasional bank secara teknis, kami wajib memastikan hak-hak nasabah dan keamanan dana mereka terjamin sepenuhnya,” tegas Irwandri.
Menanggapi tekanan tersebut, Pimpinan Cabang Bank Jambi Kerinci, Ardian Setiawan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia memaparkan bahwa saat ini sistem mereka tengah berada dalam pengawasan ketat pasca adanya indikasi serangan siber.
-
Penyebab: Adanya serangan siber yang menyamar sebagai transaksi normal pada layanan M-Banking dan ATM.
-
Langkah Hukum: Proses audit forensik sedang berjalan melibatkan Polda Jambi, OJK, dan Bank Indonesia.
-
Evaluasi: Pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada sistem TI serta internal kepegawaian untuk menutup celah keamanan.
Bagi nasabah yang merasa kehilangan dana atau mengalami kerugian materil, Ardian memberikan kepastian solusi:
“Silakan laporkan ke kantor cabang. Jika terbukti ada kerugian akibat insiden ini, pihak bank bertanggung jawab penuh dan akan mengembalikan dana tersebut dalam waktu maksimal 10 hari kerja,” ungkapnya.
Untuk saat ini, nasabah diimbau melakukan transaksi secara konvensional (tatap muka) di kantor cabang selama proses pemulihan sistem digital berlangsung.
Kekhawatiran juga datang dari Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kerinci, Jhondri Ali. Ia mengingatkan bahwa dalam waktu dekat akan ada pencairan besar-besaran, mulai dari gaji ASN, TPP, hingga dana sertifikasi guru.
“Jika sistem aplikasi belum pulih sebelum awal bulan, akan terjadi penumpukan massa dan antrean panjang di kantor cabang. Ini harus diantisipasi sejak dini,” tutur Jhondri.
Menutup hearing, DPRD Kerinci berkomitmen akan terus memantau perkembangan audit ini hingga layanan kembali normal. Mereka berharap kejadian ini menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk memperkuat benteng pertahanan digitalnya demi menjaga kepercayaan nasabah di masa depan.
( Rakina )







