KOTAMOBAGU, BRILYANTNEWS.COM — Tragedi ajang drag race di Upai yang menelan korban jiwa terus disorot. LSM GTI menegaskan siap turun ke jalan mengawal pengusutan jika proses dinilai tidak transparan.

Ketua Umum DPP GTI, Fikri Alkatiri, menuntut peristiwa ini tidak sekadar disebut musibah. Seluruh aspek mulai dari perizinan, rekomendasi teknis, hingga standar keselamatan harus diperiksa menyeluruh.

GTI secara khusus mendesak evaluasi terhadap peran IMI Sulut terkait pemberian rekomendasi dan pengawasan teknis di lapangan. Apakah kelayakan lintasan, jarak aman penonton, pembatas, kesiapan medis dan evakuasi sudah sesuai standar? Semua harus dibuka terang.

“Jangan ada yang saling lempar tanggung jawab setelah korban berjatuhan. Keselamatan manusia adalah prioritas utama,” tegas Fikri.

GTI juga mendesak Kemenpora mengevaluasi fungsi pembinaan dan pengawasan organisasi olahraga, agar tragedi serupa tidak terulang. Jika kejelasan tidak didapat, GTI siap menyuarakan langsung di jalan.

Kawal Tragedi Drag Race Upai, GTI: Usut Tuntas, Evaluasi IMI Sulut!

KOTAMOBAGU — Pasca tragedi drag race di Upai, LSM GTI menyatakan siap turun ke jalan mengawal pengusutan dan menuntut pertanggungjawaban pihak terkait.

Ketua DPP GTI, Fikri Alkatiri, menegaskan: peristiwa ini tidak boleh berhenti sebagai musibah. Harus diperiksa secara menyeluruh — izin penyelenggaraan, rekomendasi teknis, kelayakan lokasi, zona aman penonton, hingga kesiapan medis dan evakuasi.

GTI menyoroti peran IMI Sulut dan mendesak dievaluasi bagaimana rekomendasi diberikan serta pengawasan di lapangan dilakukan. Standar keselamatan tidak boleh dikorbankan demi kegiatan.

“Jika prosedur sudah dijalankan, buktikan. Jika ada kelalaian, tanggung jawab tak boleh lepas. Kami siap bergerak jika pengusutan tidak transparan,” ujar Fikri.

GTI juga mendesak Kemenpora mengevaluasi tata kelola dan pengawasan event otomotif agar tak ada lagi korban di masa mendatang.

(Umang)