Kerinci Brilyant .News.com –  Setahun sudah duet Monadi, S.Sos., M.Si., dan H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., menakhodai Kabupaten Kerinci. Di balik singkatnya waktu 365 hari, terekam jejak-jejak pembangunan yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari pelosok desa hingga pusat kota.

Bagi Bupati Monadi, satu tahun kepemimpinan bukanlah sekadar angka kalender, melainkan pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan rakyat. Dalam refleksi setahun perjalanannya, ia menegaskan fokus utama pemerintahannya adalah menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan dasar warga.

Jika sebelumnya akses jalan menjadi keluhan klasik, setahun terakhir wajah infrastruktur Kerinci mulai berbenah. Bukan hanya jalan kabupaten, namun jalan lingkungan dan jembatan kini mendapat perhatian serius. Hal ini dibarengi dengan penguatan ketahanan pangan melalui pembangunan irigasi sekunder dan program cetak sawah baru seluas 800 hektare—sebuah langkah konkret untuk mengukuhkan Kerinci sebagai lumbung pangan Jambi.

Salah satu terobosan yang paling dirasakan masyarakat adalah Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa). Lewat program ini, sekat antara birokrasi dan rakyat dipangkas. Monadi dan Murison turun langsung mendengar aspirasi tanpa perantara.

Sisi kemanusiaan juga terlihat dalam respons cepat pasca-bencana. Program bedah rumah bagi warga terdampak bencana serta normalisasi sungai menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di saat-saat tersulit warganya.

Di sektor kesehatan, percepatan operasional RSUD Kerinci dan RS Pratama Bukit Kerman menjadi “kado” satu tahun kepemimpinan bagi warga yang mendambakan layanan medis berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh.

Sementara itu, investasi di masa depan dilakukan melalui bidang pendidikan. Dana sebesar Rp7,8 miliar digelontorkan untuk merevitalisasi tujuh sekolah dasar. “Kami ingin memastikan anak-anak Kerinci belajar di tempat yang layak dan nyaman,” ungkap Monadi dalam sebuah kesempatan.

Meski banyak capaian yang telah ditorehkan, Monadi tak menampik bahwa masih ada “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan. Ia mengakui masih ada harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi.

“Berbagai program ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan Kerinci yang berdaya saing. Kami menyadari masih ada kekurangan, namun dengan dukungan dan doa seluruh elemen masyarakat, kami optimis tahun-tahun mendatang pembangunan akan berjalan lebih optimal,” pungkasnya dengan nada optimis.

Rakina