KERINCI – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Kerinci dalam tiga bulan terakhir mulai berdampak serius bagi masyarakat. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Pengasilama, di mana warga kini mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini dipicu oleh mengeringnya sumur-sumur gali milik warga serta menurunnya debit sumber air permukaan yang selama ini menjadi andalan masyarakat. Akibatnya, warga terpaksa membatasi penggunaan air dan mencari sumber air alternatif yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman.

Salah seorang warga setempat menyampaikan bahwa kesulitan ini sudah dirasakan sejak memasuki bulan kedua kemarau, namun kondisinya kian memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

“Sudah hampir tiga bulan hujan tidak turun secara merata. Sumur kami kering. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci saja susah, apalagi untuk masak. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah,” ujar warga tersebut.

Menyikapi kondisi yang kian mendesak, masyarakat Pengasilama sangat mengharapkan adanya langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun pihak-pihak terkait, seperti BPBD atau PDAM, untuk segera menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.

Bantuan tersebut dinilai sangat krusial untuk meringankan beban ekonomi warga yang saat ini terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi membeli air galon atau air jeriken guna memenuhi kebutuhan konsumsi.

Warga berharap koordinasi antar-instansi dapat segera dilakukan agar krisis air bersih ini tidak berkepanjangan dan berdampak pada kesehatan masyarakat desa.