SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh semakin serius dalam membenahi pusat ekonomi kerakyatan. Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bersama Sekretaris Daerah, Alpian, kembali turun langsung ke lapangan untuk memimpin penataan dan penertiban kawasan Pasar Tanjung Bajure, Sabtu (3/2025).
Didampingi sejumlah kepala dinas terkait, kunjungan kali ini tidak hanya sekadar memantau kondisi, tetapi juga melakukan langkah nyata dalam menertibkan area yang selama ini menghambat kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengunjung.
Penertiban kali ini difokuskan pada para pedagang yang masih nekat menggelar dagangan di badan jalan, terutama di sepanjang Jalan M. Yamin. Selain itu, pemerintah juga menyasar bangunan toko atau ruko yang memakan bahu jalan.
Pemilik ruko diimbau secara persuasif untuk melakukan pembongkaran mandiri terhadap struktur bangunan yang menyalahi aturan. Langkah ini diambil guna mengembalikan fungsi jalan sebagai akses publik yang lancar.
Salah satu poin krusial dalam penataan ini adalah relokasi pedagang untuk mengurai kemacetan dan kesan semrawut. Wawako Azhar memastikan para pedagang ayam kini diarahkan untuk menempati lantai dua Pasar Tanjung Bajure.
Sementara itu, para pedagang ikan juga diminta untuk masuk dan menempati los ikan yang telah disediakan di dalam area pasar. Dengan relokasi ini, diharapkan tidak ada lagi aktivitas perdagangan yang tumpah ke jalan raya.
Meski bertajuk penertiban, Wawako Azhar Hamzah menekankan pentingnya pendekatan yang persuasif dan humanis. Pemerintah lebih mengedepankan dialog langsung dengan para pedagang agar proses pemindahan berjalan kondusif tanpa adanya gesekan.
Di sela-sela pemantauan, tim juga melakukan pendataan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL). Pendataan ini bertujuan untuk memastikan penempatan pedagang di masa depan lebih teratur, baik dari sisi lokasi maupun administrasi.
Wawako Azhar menegaskan bahwa seluruh rangkaian penataan ini merupakan komitmen Pemkot Sungai Penuh untuk mengubah wajah Pasar Tanjung Bajure menjadi lebih tertib, rapi, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kita ingin pasar ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga menjadi tempat yang representatif dan nyaman bagi siapa saja. Jika pasar tertata, produktivitas pedagang meningkat dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun akan lebih optimal,” ujar Wawako Azhar.
Melalui upaya yang berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap kawasan Pasar Tanjung Bajure dapat bertransformasi menjadi pusat perdagangan yang modern namun tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakatnya.
Laporan: Tim Redaksi
Sumber Berita: Mc.Kominfo
Lokasi: Kota Sungai Penuh, Jambi
Editor :Rakina






