Jambi Brilyant.News.com-  Menjelang momentum besar bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Provinsi Jambi bergerak cepat mengamankan stabilitas harga pangan. Melalui rapat Koordinasi dan Sinergitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester I Tahun 2026, seluruh elemen pimpinan daerah berkumpul untuk menyusun strategi pengamanan pasokan di Ballroom Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (27/2).

Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I. Dalam rilis data terbaru, Kepala BPS Jambi memaparkan bahwa inflasi tahunan (y-on-y) pada Januari 2026 berada di angka 3,35 persen.

Kabupaten Muaro Bungo tercatat mengalami tekanan harga tertinggi sebesar 5,04 persen, sementara Kota Jambi menjadi yang terendah dengan 3,09 persen. Kenaikan ini didominasi oleh kelompok kebutuhan pokok, energi rumah tangga, hingga sektor transportasi.

Rakor ini menjadi bukti solidnya koordinasi antarinstansi di Jambi. Turut hadir dalam meja diskusi:

Kapolda Jambi, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi praktik curang yang merugikan masyarakat. Fokus utama Polri adalah memastikan rantai distribusi dari produsen hingga ke pasar tradisional berjalan tanpa hambatan.

“Kami siap bersinergi dengan TPID untuk melakukan pengawasan ketat. Prioritas kami adalah mencegah penimbunan dan memastikan arus barang lancar. Patroli pasar akan kami intensifkan guna mendeteksi lonjakan harga yang tidak wajar sejak dini,” tegas Kombes Pol. Erlan.

Polda Jambi juga menyiapkan langkah hukum yang tegas namun terukur jika ditemukan pelanggaran yang mengganggu stabilitas pangan daerah.

Wakil Gubernur Abdullah Sani menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia mendorong pembentukan asosiasi distribusi guna memangkas rantai pasok yang terlalu panjang.

“Sinergi seluruh stakeholder adalah kunci. Kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa dihantui kelangkaan bahan pokok atau kenaikan harga yang mencekik,” pungkas Wagub.

Rakina