BrilyantNews.com-Muratara/Sumsel

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan memperkuat sinergi strategis dalam upaya memberantas penipuan digital, pinjaman online ilegal, serta investasi bodong yang kian marak dan merugikan masyarakat.

Audiensi tersebut berlangsung di Mapolda Sumsel, Palembang, saat Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menerima langsung Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, beserta jajaran. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk merespons eskalasi kejahatan keuangan digital, termasuk modus penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI), phishing, rekayasa suara, manipulasi identitas, hingga investasi ilegal.

Dalam pertemuan tersebut, OJK mengusulkan pencanangan Gerakan Sumsel Berantas Scam yang akan melibatkan edukasi publik secara masif serta konferensi pers bersama sebagai bentuk transparansi dan pencegahan. Kapolda Sumsel menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut sebagai langkah konkret melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital.

Langkah kolaboratif ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat perlindungan konsumen sektor jasa keuangan dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. Kedua institusi sepakat meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta memperkuat kapasitas penyidik dalam penanganan perkara kejahatan keuangan digital.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. OJK juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan saksi ahli, edukasi, dan koordinasi teknis dalam penanganan perkara sektor jasa keuangan.

Dengan penguatan koordinasi tersebut, diharapkan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap penipuan digital dan kejahatan keuangan berbasis teknologi dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Red Kaperwil Sumsel (**).